Kematian

Kematian adalah akhir dari kehidupan manusia di dunia ini. Umat beriman juga tidak dihindarkan dari peristiwa kematian. Namun peristiwa ini bukan akhir dari kehidupan orang beriman, melainkan justru awal dari kehidupan yang baru berkat wafat dan kebangkitan Kristus.

Orang beriman menemukan makna peristiwa kematian dalam terang misteri Paskah kematian dan kebangkitan Kristus.

Berdasarkan pemahaman tersebut, Gereja memandang dan menghayati peristiwa kematian sebagai peristiwa yang sakral. Maka Gereja melaksanakan pelayanan seputar peristiwa kematian, yakni Ibadat melepas jenazah, Misa arwah, Ibadat pemakaman/kremasi. Selain itu, umat beriman juga bisa mengadakan doa arwah atau doa-doa lainnya.

Berkaitan dengan peristiwa kematian, orang beriman berhak mendapatkan pelayanan yang layak dari pastor paroki atau yang mewakili. Prosedur pelayanannya sebagai berikut:

  1. Ketua lingkungan bersama keluarga menentukan waktu ibadat pelepasan jenazah dan ibadat pemakaman
  2. Melaporkan peristiwa kematian warganya ke sekretariat paroki (formulir), seraya meminta pelayanan kepada pastor paroki atau yang mewakili

Lampiran Form :

Formulir Kematian.pdf